UkhuwahSains.my.id - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) dan Maybank Syariah resmi meluncurkan Aplikasi Sedekah Subuh di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Inovasi digital ini dirancang untuk memudahkan masyarakat menunaikan sedekah secara rutin, sekaligus memperkuat tata kelola filantropi Islam yang profesional, transparan, dan berdampak luas.
Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, menyatakan bahwa peluncuran aplikasi ini menjadi tonggak kolaborasi penting antara organisasi dakwah, lembaga amil zakat, dan sektor perbankan. Mengusung tagline "Satu Klik Sedekah Subuh, Sejuta Manfaat untuk Umat", aplikasi ini diharapkan mampu membangun kebiasaan bersedekah setiap pagi dengan sistem yang praktis, aman, dan akuntabel.
"Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa budaya zakat, infak, sedekah, dan wakaf, termasuk tradisi bersedekah pada waktu subuh. Potensi ini perlu didukung oleh sistem digital agar masyarakat dapat menyalurkan kebaikannya secara berkelanjutan," ujar Kiai Naspi.
Ia menambahkan, sebagai salah satu negara dengan tingkat kedermawanan tertinggi di dunia, Indonesia harus memanfaatkan teknologi sebagai wasilah (perantara) untuk memperkuat budaya berbagi. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi contoh ekosistem filantropi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Direktur Laznas BMH, Supendi, menjelaskan bahwa Gerakan Sedekah Subuh lahir sebagai solusi atas tantangan yang sering dihadapi donatur. Banyak masyarakat yang ingin bersedekah rutin, namun tertunda karena kesibukan atau sulitnya mengakses kanal donasi pada momen yang tepat.
"Yang kami bangun bukan hanya sekadar aplikasi atau QRIS, melainkan sebuah gerakan. Kami ingin membiasakan masyarakat memulai hari dengan bersedekah, sehingga berbagi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari," kata Supendi.
Melalui aplikasi ini, pengguna dapat menentukan komitmen sedekah harian, mingguan, Jumat, maupun bulanan dengan nominal yang disesuaikan. Pembayaran dilakukan secara digital, lengkap dengan fitur pengingat serta laporan penyaluran dana berkala.
Selain itu, BMH juga menghadirkan fitur QRIS Personal Campaign. Fitur ini memungkinkan individu, komunitas, sekolah, hingga masjid memiliki identitas QRIS sendiri untuk mengajak orang lain bersedekah.
Dalam kerja sama ini, Maybank Syariah menyuntikkan kapabilitas teknologi digitalnya ke dalam platform donasi milik Hidayatullah dan BMH. Salah satu terobosan utamanya adalah integrasi fitur pembayaran QRIS untuk menghapus hambatan biaya transaksi antarbank.
Direktur Maybank Syariah, Romy Hardiansyah, menjelaskan bahwa kehadiran QRIS yang terintegrasi langsung di aplikasi ini memotong biaya administrasi yang biasanya membebani donatur.
"Biasanya, transfer antarbank dikenakan biaya Rp5.000 hingga Rp10.000 melalui LLG atau RTGS. Dengan sistem baru ini, biaya tersebut berhasil diefisiensikan melalui kode QRIS khusus bagi setiap donatur. Artinya, dana yang dikeluarkan donatur akan tersalurkan secara utuh 100 persen tanpa potongan sepeser pun," jelas Romy.
Selain efisiensi biaya, aplikasi ini menawarkan kepraktisan tingkat tinggi. Donatur kini dapat bersedekah kapan saja dan di mana saja secara instan tanpa harus mencari kotak amal fisik.
Untuk mendukung inklusi finansial ini, Maybank Syariah juga menyediakan sistem pembukaan rekening yang 100 persen berbasis online. Calon donatur cukup mengunduh aplikasi secara digital dan melakukan registrasi tanpa perlu datang ke kantor cabang fisik.
